Penutupan TPA Basirih memunculkan tantangan serius pengelolaan sampah di Kota Banjarmasin dan menuntut kolaborasi multiaktor, terutama opinion leader. Penelitian ini bertujuan mengetahui, mendeskripsikan, dan menganalisis kolaborasi opinion leader dalam pengelolaan sampah pascapenutupan TPA. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui Focus Group Discussion bersama opinion leader serta pemangku kepentingan, wawancara mendalam, observasi lapangan, dan dokumentasi. Verifikasi dan triangulasi data dilakukan antarteknik, sementara analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil menunjukkan kolaborasi opinion leader memainkan peran strategis sebagai katalisator dalam memediasi kebijakan dan mendorong partisipasi publik. Peran ini terwujud melalui pembangunan kredibilitas yang kuat, kolaborasi multiaktor, strategi komunikasi tatap muka dan digital yang efektif, serta implementasi kebijakan partisipatif yang didukung insentif ekonomi. Kolaborasi ini terbukti mampu mengatasi krisis sampah secara berkelanjutan, meskipun tantangan struktural dan budaya masih menjadi kendala. Temuan ini menegaskan bahwa opinion leader merupakan aset vital dalam menormalisasi praktik pengelolaan sampah dan dapat menjadi model rujukan bagi kota lain.
Copyrights © 2026