Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh paparan lagu kritik sosial “Bayar, Bayar, Bayar” karya Band Sukatani terhadap kepercayaan publik kepada Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) serta menguji peran strategi komunikasi krisis sebagai variabel moderasi. Penelitian menggunakan metode survei dengan kuesioner tertutup kepada 385 responden Generasi Z berusia 17–28 tahun yang terpapar kasus lagu tersebut. Instrumen penelitian disusun berdasarkan kerangka Situational Crisis Communication Theory (SCCT) dengan skala likert empat poin. Data dianalisis menggunakan regresi linear dan Moderated Regression Analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa paparan lagu berpengaruh signifikan terhadap kepercayaan publik kepada Polri (R² = 0,381; p < 0,05), terutama dalam membentuk kesadaran kritis, empati, dan refleksi moral audiens. Sebaliknya, strategi komunikasi krisis Polri tidak terbukti memoderasi pengaruh tersebut (p > 0,05). Temuan ini mengindikasikan bahwa efektivitas komunikasi krisis konvensional semakin terbatas di tengah berkembangnya media partisipatif dan komunikasi digital.
Copyrights © 2026