Sektor penggilingan padi menghadapi tantangan lingkungan berupa limbah sekam, sebaran debu, dan efisiensi energi. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi Green Human Resource Management (GHRM) pada tiga UMKM penggilingan padi di Kecamatan Telukjambe Timur, Kabupaten Karawang. Menggunakan pendekatan kualitatif studi multikasus, data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan sembilan informan (tiga pemilik, tiga pekerja senior, dan tiga pekerja lapangan) serta observasi fisik lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik GHRM berjalan secara informal, praktis, dan adaptif melalui lima dimensi. Pada rekrutmen, orientasi lisan kebersihan diberikan sejak hari pertama. Pelatihan dilakukan secara on-the-job oleh pekerja senior mengenai efisiensi mesin BBM, pemisahan dedak, dan penggunaan masker serta unit cyclone penangkap debu. Manajemen kinerja dievaluasi melalui pengawasan harian dengan teguran lisan langsung jika terjadi ketidakdisiplinan. Penghargaan diberikan secara fleksibel berupa bonus tunai, beras tambahan, maupun pujian lisan. Keterlibatan pekerja terwujud dari kebebasan mengusulkan ide teknis dan penyaluran limbah ke peternak lokal. Observasi lapangan mengonfirmasi kesesuaian 100% antara pernyataan informan dan bukti fisik. Kesimpulannya, ketiadaan SOP tertulis tidak menghalangi keterbentukan perilaku pro-lingkungan, yang didorong oleh integrasi kerangka Ability, Motivation, Opportunity (AMO) berbasis komitmen pemilik dan budaya kerja lapangan. Implikasinya, UMKM perlu memperkuat pembiasaan K3 (khususnya pelindung telinga) dan menyusun panduan kerja sederhana untuk menjaga konsistensi keberlanjutan usaha.
Copyrights © 2026