Boraks merupakan zat kimia berbahaya yang seringkali ditambahkan dalam pembuatan mi basah. Larangan penggunaan boraks pada makanan diperkuat pada permenkes tahun 2012 bahwa asam borat mengklasifikasikan bahan tambahan pada pangan yang terlarang. Dampak yang timbul jika boraks dikonsumsi pada makanan yaitu dapat mengakibatkan diare, gangguan sistem saraf, gangguan ginjal, anemia, hingga dapat mengakibatkan kerusakan pada hati dan juga otak. Penelitian ini digunakan untuk mengetahui penurunan kadar boraks terhadap variasi lama waktu perebusan mi basah. Metode yang digunakan yaitu uji kertas tumerik, uji nyala api dan uji spektrofotometri UV-Vis. Hasil uji kualitatif mi basah yang mengandung kadar boraks 6% pada uji kertas tumerik menghasilkan warna coklat kemerahan pada setiap variasi perebusan yang berarti positif mengandung boraks dan hasil uji nyala api menghasilkan warna nyala api hijau pada setiap variasi perebusan yang berarti positif mengandung boraks. Panjang gelombang yang didapat adalah 543nm. Pada hasil turbulensi baku seri didapat nilai R2 sebesar 0,9955. Hasil pada penelitian ini menunjukkan variasi perebusan dapat menurunkan kadar boraks pada mi basah pada menit 0 ke 2 menit sebesar 15,13%, menit 0 ke 4 menit sebesar 31,57%, dan menit 0 ke 6 menit sebesar 46,87%.
Copyrights © 2026