Investor yang bijak dalam berinvestasi harus memiliki strategi dan pengetahuan yang cukup demi memperoleh keuntungan (return) tertentu dengan risiko sekecil mungkin, salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah melakukan analisis risiko portofolio. Metode yang dapat digunakan untuk mengukur risiko portofolio yaitu Expected Shortfall (ES) dengan pendekatan Simulasi Historis dan Ekspansi Cornish Fisher. Penelitian ini bertujuan membandingkan dua pendekatan dalam mengestimasi Expected Shortfall (ES) sebagai alat ukur untuk risiko portofolio saham. Pendekatan yang digunakan yaitu Simulasi Historis dan Ekspansi Cornish Fisher. Data yang digunakan adalah data harga penutupan saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI.JK) dan PT Bank Central Asia (BBCA.JK) periode 01 Mei 2021-01 Mei 2022 sebanyak 245 hari. Hasil penelitian dengan modal awal sebesar Rp100.000.000 pada tingkat kepercayaan 95% untuk Expected Shortfall (ES) dengan pendekatan Simulasi Historis yaitu menunjukkan potensi kerugian sebesar Rp3.051.000, sedangkan untuk ES dengan pendekatan Ekspansi Cornish Fisher menunjukkan potensi kerugian sebesar Rp2.540.000. Hasil ini menunjukkan bahwa pendekatan Simulasi Historis memberikan estimasi kerugian yang lebih tinggi, sedangkan Cornish-Fisher cenderung memberikan estimasi risiko yang lebih rendah.
Copyrights © 2026