Kampung Buatan II merupakan daerah yang memiliki kegiatan pasar mingguan dengan jumlah limbah organik cukup besar, salah satunya kulit bawang merah. Limbah tersebut masih belum dimanfaatkan secara maksimal oleh warga. Di sisi lain, penggunaan kantong plastik sebagai wadah belanja masih cukup tinggi. Berdasarkan kondisi tersebut, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan warga dalam mengolah limbah organik menjadi pewarna alami serta mendorong penggunaan tas belanja yang ramah lingkungan. Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui beberapa tahap, yaitu observasi, persiapan, sosialisasi, serta pelatihan dan praktik membuat tote bag dengan teknik tie-dye menggunakan pewarna alami dari kulit bawang merah dan kunyit. Program ini menyasar ibu‑ibu di Kampung Buatan II. Evaluasi dilakukan terhadap 38 peserta melalui observasi, penilaian praktik, serta pre-test dan post-test yang dianalisis secara deskriptif. Selain meningkatkan kreativitas, kegiatan ini juga menawarkan alternatif tas belanja ramah lingkungan untuk mengurangi penggunaan plastik. Dengan demikian, pelatihan ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk memanfaatkan bahan alami dan menjaga kelestarian lingkungan.
Copyrights © 2026