Diabetes Melitus (DM) merupakan salah satu penyakit tidak menular yang masih menjadi ancaman kesehatan global. Pada penderita diabetes melitus, gangguan perfusi perifer sering terjadi terutama pada bagian ekstremitas bawah. Kondisi ini apabila tidak ditangani dengan baik dapat meningkatkan risiko terjadinya komplikasi serius seperti ulkus diabetik hingga tindakan amputasi. Deteksi dini terhadap gangguan perfusi perifer dapat dilakukan melalui pemeriksaan Ankle Brachial Index (ABI), yaitu sebuah metode skrining noninvasif dengan cara membandingkan tekanan darah sistolik pergelangan kaki dan lengan. Tujuan melaksanakan asuhan keperawatan pada pasien Diabetes Melitus dengan penerapan Diabetic Foot Exercise untuk meningkatkan perfusi perifer tidak efektif di Ruangan Multazam RSI Ibnu Sina Bukittinggi. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan kepada Ny. N dan Tn. R dengan komprehensif mulai dari pengkajian, diagnosis, intervensi, implementasi, hingga evaluasi keperawatan. Hasil evaluasi setelah penerapan senam kaki diabetes selama 3 hari berturut-turut menunjukkan adanya peningkatan nilai Ankle Brachial Index (ABI) pada kedua pasien. Kesimpulan penerapan senam kaki diabetes terbukti efektif dalam meningkatkan perfusi perifer dan sangat layak dijadikan sebagai salah satu terapi komplementer berbasis Evidence-Based Nursing Practice (EBNP) dalam pengelolaan pasien diabetes melitus.
Copyrights © 2026