Persaingan industri mi instan di Indonesia semakin ketat seiring peningkatan konsumsi yang mencapai 14,68 miliar porsi pada tahun 2024. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh Brand Ambassador, Electronic Word of Mouth (e-WOM), dan Brand Image terhadap keputusan pembelian Mie Sedaap pada Generasi Z di Kabupaten Semarang. Penelitian kuantitatif dengan desain asosiatif kausal dilakukan terhadap 100 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner berskala Likert dan dianalisis dengan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial Brand Ambassador (t=4,649; sig=0,000), e-WOM (t=5,244; sig=0,000), dan Brand Image (t=3,708; sig=0,000) berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian. Secara simultan, ketiga variabel juga berpengaruh positif dan signifikan (F=23,231; sig=0,000). e-WOM merupakan variabel yang pengaruhnya paling dominan dengan koefisien regresi 0,359. Nilai Adjusted R² sebesar 0,403 menunjukkan ketiga variabel mampu menjelaskan 40,3% variasi keputusan pembelian, sedangkan sisanya dipengaruhi faktor lain. Kesimpulan: semakin positif penilaian konsumen terhadap ketiga variabel, semakin tinggi kecenderungan membeli Mie Sedaap. Pengelolaan ulasan daring menjadi prioritas utama bagi perusahaan.
Copyrights © 2026