Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh gaya hidup dan lingkungan kerja terhadap turnover intention karyawan pada Indomaret di Wilayah Duren Sawit, Jakarta Timur. Latar belakang penelitian didasarkan pada tingginya tingkat turnover karyawan di industri ritel modern yang menyebabkan meningkatnya biaya perekrutan dan pelatihan. Gaya hidup konsumtif dan kondisi lingkungan kerja yang kurang mendukung diduga menjadi faktor yang mendorong karyawan ingin keluar. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan asosiatif. Populasi penelitian adalah 66 karyawan operasional toko Indomaret di 11 toko, dengan sampel sebanyak 57 responden yang dipilih menggunakan rumus Slovin dan teknik simple random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan regresi linear berganda dengan bantuan program SPSS versi 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya hidup berpengaruh positif dan signifikan terhadap turnover intention karyawan dengan nilai t hitung 6,046 > t tabel 2,002 dan signifikansi 0,000 < 0,05. Lingkungan kerja berpengaruh negatif dan signifikan dengan nilai t hitung -4,371 dan signifikansi 0,000 < 0,05. Secara simultan, gaya hidup dan lingkungan kerja berpengaruh signifikan terhadap turnover intention dengan nilai F hitung 24,225 > F tabel dan signifikansi 0,000 < 0,05. Nilai Adjusted R Square sebesar 0,453 menunjukkan bahwa kedua variabel mampu menjelaskan 45,3% variasi turnover intention, sedangkan sisanya 54,7% dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa gaya hidup merupakan faktor yang meningkatkan turnover intention, sementara lingkungan kerja yang baik mampu menurunkannya.
Copyrights © 2026