Fenomena bullying atau perundungan masih menjadi persoalan serius dalam dunia pendidikan karena berdampak pada perkembangan psikologis, sosial, emosional, dan akademik peserta didik. Di lingkungan pondok pesantren, interaksi yang berlangsung intensif selama 24 jam berpotensi memunculkan perilaku perundungan apabila pola senioritas, disiplin, dan adaptasi santri baru tidak diimbangi dengan pengasuhan yang humanis dan pendidikan karakter. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman santri, pengurus asrama, dan pengasuh mengenai bullying, dampaknya, serta strategi pencegahannya melalui penguatan karakter Islami dan pola pengasuhan humanis. Metode yang digunakan adalah participatory educational approach melalui penyampaian materi, diskusi, simulasi, dan refleksi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta tentang pencegahan bullying, komunikasi empatik, disiplin tanpa kekerasan, serta penguatan budaya pesantren yang aman, ramah anak, dan berlandaskan nilai ukhuwah, rahmah, ta'zim, serta keteladanan. Program ini mendukung terwujudnya lingkungan pendidikan Islam yang aman, inklusif, dan berkelanjutan.
Copyrights © 2026