Kedisiplinan ibadah merupakan salah satu aspek penting dalam pembentukan karakter santri, tetapi kajian mengenai manajemen kedisiplinan di pesantren masih cenderung menempatkan disiplin sebagai persoalan kepatuhan terhadap tata tertib, sementara mekanisme manajerial dalam menjaga keajegan ibadah belum banyak dikaji secara spesifik. Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana manajemen kedisiplinan diterapkan untuk menjaga keajegan ibadah santri di PP Nawwir Quluubanaa dan PP Nadhrotul Ulum, Wonosobo. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain multisitus. Data diperoleh melalui observasi, wawancara dengan lurah, pengurus, dan santri, serta dokumentasi berupa jadwal kegiatan dan absensi. Analisis data dilakukan melalui proses kondensasi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen kedisiplinan dibangun melalui empat mekanisme yang saling berkaitan, yaitu penjadwalan kegiatan secara sistematis, pelaksanaan ibadah secara rutin, pengawasan melalui absensi oleh pengurus dan pengasuh, serta pembinaan melalui nasihat dan sanksi. Perbedaan mekanisme sanksi ditemukan pada kedua pesantren, yaitu pembacaan Surah Al-Waqi'ah tujuh kali di PP Nadhrotul Ulum dan penyitaan HP di PP Nawwir Quluubanaa. Secara analitis, penelitian ini berkontribusi pada pemahaman bahwa keajegan ibadah tidak semata-mata dihasilkan oleh kepatuhan terhadap aturan, tetapi dibentuk melalui sistem manajemen kedisiplinan yang menghubungkan struktur jadwal, pengawasan, pembiasaan, dan pembinaan secara berkelanjutan.
Copyrights © 2025