Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) menghadapi tantangan geoteknik akibat tanah clay shale yang mudah mengalami slaking dan penurunan kekuatan ketika terpapar air dan udara. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan berbagai risiko pada pekerjaan fondasi bored pile. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi, menentukan prioritas risiko, dan menetapkan mitigasi pekerjaan fondasi bored pile pada tanah clay shale menggunakan metode Risk Matrix. Penelitian dilakukan melalui studi literatur, validasi oleh ahli, dan penyebaran kuesioner kepada responden yang memiliki pengalaman dalam pekerjaan fondasi bored pile dan penanganan tanah clay shale. Hasil penelitian menunjukkan risiko prioritas adalah runtuhnya dinding lubang bor, ketidakstabilan lubang bor, clay shale slaking, degradasi kekuatan geser clay shale, serta investigasi tanah yang tidak mempresentasikan clay shale. Mitigasi difokuskan pada pengendalian slaking dan degradasi kekuatan geser clay shale, pelaksanaan pengeboran cepat dan terkontrol, pengecoran beton maksimal 2–3 jam setelah pengeboran serta penggunaan temporary casing atau full casing untuk menjaga stabiltias lubang bor. Strategi mitigasi ini diharapkan dapat meningkatkan keberhasilan fondasi di IKN serta mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) 9 dan SDGs 11 melalui pembangunan infrastruktur yang aman dan berkelanjutan.
Copyrights © 2025