Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

TATA KELOLA PEMBAGIAN PENGHEMATAN DARI HASIL STUDI VALUE ENGINEERING PADA PROYEK INFRASTRUKTUR: ANALISIS PERBANDINGAN SKEMA KONTRAK DAN REGULASI Alvin Tehmono; Mega Waty; Gede B. Suprayoga
Jurnal Jalan Jembatan Vol 43 No 1 (2026): Jurnal Jalan Jembatan
Publisher : Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58499/jatan.v43i1.1456

Abstract

This study examines the distribution of cost savings generated from the implementation of Value Engineering (VE) during the construction phase of public infrastructure projects. Although VE has been widely applied to enhance project value by optimising the relationship between function and cost, the institutional arrangement for allocating savings during construction remains ambiguous within Indonesia’s regulatory framework. The research employs a qualitative desk study using descriptive-comparative analysis of international standards and national regulations, including the SAVE International VM Guide (2020), the Fédération Internationale des Ingénieurs-Conseils contract standards (1999 and 2017 editions), and Indonesian regulations (Ministerial Regulation No. 45/2007 and No. 22/2018). The findings indicate an institutional shift from prescriptive gain-sharing mechanisms toward arrangements that depend more on contractual design and fiscal governance. In public infrastructure projects, VE savings are increasingly treated not as direct financial incentives but as instruments for managing fiscal risk within the project lifecycle. The study proposes a hybrid conditional governance model in which VE savings are initially retained as an adaptive contingency buffer to maintain fiscal stability and are distributed only once project uncertainties have been adequately mitigated. These study findings clarify the governance of VE savings and highlight the need to balance innovation incentives with fiscal stability in public project management.   Kata Kunci: Value Engineering, , alokasi penghematan, skema kontrak konstruksi, tata kelola proyek, stabilitas fiskal, studi meja kualitatif Keywords (urutannya harus sama dengan yang Bahasa indonsia untuk kata kunci): value engineering Construction contract schemes, qualitative desk study, fiscal stability, project governance, savings allocation, value engineering.
ANALISIS RISIKO PEKERJAAN FONDASI BORED PILE PADA TANAH CLAY SHALE DI KAWASAN IKN (IBU KOTA NUSANTARA) Dwi Pebriando Tampubolon; Mega Waty
Jurnal Ilmiah Desain & Konstruksi Vol. 24 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/dk.2025.v24i2.509

Abstract

Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) menghadapi tantangan geoteknik akibat tanah clay shale yang mudah mengalami slaking dan penurunan kekuatan ketika terpapar air dan udara. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan berbagai risiko pada pekerjaan fondasi bored pile. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi, menentukan prioritas risiko, dan menetapkan mitigasi pekerjaan fondasi bored pile pada tanah clay shale menggunakan metode Risk Matrix. Penelitian dilakukan melalui studi literatur, validasi oleh ahli, dan penyebaran kuesioner kepada responden yang memiliki pengalaman dalam pekerjaan fondasi bored pile dan penanganan tanah clay shale. Hasil penelitian menunjukkan risiko prioritas adalah runtuhnya dinding lubang bor, ketidakstabilan lubang bor, clay shale slaking, degradasi kekuatan geser clay shale, serta investigasi tanah yang tidak mempresentasikan clay shale. Mitigasi difokuskan pada pengendalian slaking dan degradasi kekuatan geser clay shale, pelaksanaan pengeboran cepat dan terkontrol, pengecoran beton maksimal 2–3 jam setelah pengeboran serta penggunaan temporary casing atau full casing untuk menjaga stabiltias lubang bor. Strategi mitigasi ini diharapkan dapat meningkatkan keberhasilan fondasi di IKN serta mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) 9 dan SDGs 11 melalui pembangunan infrastruktur yang aman dan berkelanjutan.