Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis pengaruh arus kas pendanaan serta tingkat leverage terhadap potensi terjadinya financial distress, dengan likuiditas diposisikan menjadi variabel moderasi. Objek penelitian mencakup perusahaan manufaktur pada subsektor tekstil dan garmen yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama kurun waktu 2020 hingga 2024. Metode yang diterapkan yaitu pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian kausal-asosiatif, menggunakan data sekunder yang diperoleh dari laporan keuangan tahunan perusahaan. Dari total 29 perusahaan yang menjadi populasi, sebanyak 20 perusahaan dipilih sebagai sampel melalui teknik purposive sampling. Dengan periode pengamatan lima tahun, diperoleh 100 unit observasi berbentuk data panel. Pengujian hipotesis dilakukan menggunakan analisis regresi linier berganda dan Moderated Regression Analysis (MRA) yang diolah melalui IBM SPSS versi 26. Temuan penelitian mengindikasikan bahwasanya arus kas pendanaan berkontribusi dalam menurunkan tingkat financial distress secara signifikan. Sebaliknya, leverage terbukti meningkatkan risiko financial distress dengan signifikan. Selain itu, likuiditas tidak menunjukkan peran moderasi yang signifikan dalam korelasi antara arus kas pendanaan dengan financial distress. Namun demikian, likuiditas terbukti memperkuat keberpengaruhan leverage pada financial distress pada perusahaan yang diteliti.
Copyrights © 2026