Penelitian ini mengkaji konstruksi citra sosial perempuan dalam film Budi Pekerti karya Wregas Bhanuteja melalui perspektif feminisme. Kajian ini dilatarbelakangi oleh relevansi film dengan budaya digital masa kini, ketika identitas dan posisi moral perempuan dapat dibentuk, dihakimi, serta digeser melalui opini publik di media sosial. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan citra sosial Bu Prani sebagai tokoh utama perempuan dalam konteks keluarga dan masyarakat. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan feminisme. Data dikumpulkan melalui kegiatan menonton film secara berulang, teknik simak-catat, dan dokumentasi tangkap layar terhadap adegan serta dialog yang merepresentasikan peran sosial perempuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bu Prani direpresentasikan sebagai istri, ibu, penjaga emosi keluarga, penopang ekonomi, guru, subjek moral, sekaligus korban penghakiman digital. Citra sosialnya bergeser dari pendidik yang dihormati menjadi objek kesalahan publik. Implikasinya, Budi Pekerti mengkritik budaya digital yang kerap membungkam suara perempuan dan mengabaikan kebenaran kontekstual.
Copyrights © 2026