Polemik Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya memperdebatkan implementasi kebijakan, tetapi juga dasar legitimasi negara dalam mengalokasikan sumber daya dan memenuhi hak warga. Penelitian ini menganalisis bagaimana pernyataan Menteri HAM dan Ketua BEM UGM direkontekstualisasi dalam dua berita daring Tvonenews.com dan Tempo.co menggunakan Analisis Wacana Kritis Norman Fairclough. Penelitian deskriptif kualitatif ini mengkaji dua teks berita melalui dimensi teks, praktik wacana, dan praktik sosiokultural. Hasil menunjukkan bahwa Tvonenews.com menonjolkan kontra-legitimasi melalui diksi evaluatif seperti “panas” dan “dirampas”, serta oposisi pendidikan–stunting; sedangkan Tempo.co menonjolkan legitimasi pemerintah melalui proposisi kategoris yang mengaitkan penolakan MBG dengan HAM dan kewajiban negara atas kebutuhan dasar. Perbedaan tersebut memperlihatkan kontestasi antara rasionalitas prioritas pendidikan dan rasionalitas kesejahteraan-hak. Temuan ini menegaskan bahwa pemberitaan MBG menjadi arena perebutan definisi kepentingan publik, tetapi kesimpulan dibatasi pada dua teks dan tidak merepresentasikan keseluruhan orientasi kedua media.
Copyrights © 2026