Stagnasi pojok baca dapat muncul ketika kedekatan fisik buku tidak diikuti relevansi koleksi dan tata kelola yang mendorong tanggung jawab siswa. Penelitian ini mengevaluasi hambatan dan merumuskan strategi revitalisasi pojok baca di SMP Muhammadiyah 2 Tegal. Studi kualitatif deskriptif menggunakan observasi partisipatif, wawancara purposif dengan unsur sekolah dan siswa, serta dokumen kunjungan SLiMS dan inventaris koleksi JanuariāMei 2026; data dianalisis secara interaktif. Temuan menunjukkan tiga persoalan yang saling terkait: perpustakaan di lantai dua membatasi akses sebagian siswa, koleksi belum sepenuhnya sesuai preferensi remaja terhadap fiksi aksi, horor, dan teka-teki, serta lemahnya kontrol kelas berhubungan dengan kerusakan buku. SLiMS mencatat 1.217 kunjungan; kelas VII menyumbang 44,95%, sedangkan Maret terendah (72 kunjungan). Dukungan anggaran dan hibah alumni tersedia, tetapi belum mengatasi ketimpangan akses. Studi ini merumuskan desentralisasi terpimpin: pojok baca lantai bawah, rotasi koleksi, Duta Literasi, dan akses e-library berbasis QR sebagai strategi yang perlu diuji efektivitasnya lebih lanjut.
Copyrights © 2026