Penelitian ini mengkaji tragedi iman dalam ekranisasi novel Tuhan, Izinkan Aku Menjadi Pelacur! karya Muhidin M. Dahlan ke film Tuhan, Izinkan Aku Berdosa garapan Hanung Bramantyo. Kajian ini dilatarbelakangi oleh maraknya praktik alih wahana karya sastra ke film sebagai strategi memopulerkan sastra sekaligus mengubah narasi tekstual menjadi bentuk audiovisual. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan transformasi unsur naratif dari novel ke film serta menjelaskan bagaimana adaptasi tersebut mengonstruksi persoalan iman, tubuh perempuan, dan kritik sosial. Penelitian menggunakan metode kualitatif komparatif dengan pendekatan struktural sastra dan struktural film. Data bersumber dari struktur novel dan struktur film, kemudian dianalisis melalui perbandingan alur, tokoh, latar, dan transformasi tematik. Hasil penelitian menunjukkan tiga proses utama ekranisasi, yaitu penciutan, penambahan, dan perubahan bervariasi. Transformasi tersebut memperkuat representasi iman sebagai tragedi ontologis dan politis, terutama dalam kaitannya dengan patriarki, kemunafikan moral, dan eksploitasi tubuh perempuan.
Copyrights © 2026