Penelitian ini mengkaji pandangan dunia marginalitas dalam film Pangku (2025) karya Reza Rahadian dengan menggunakan strukturalisme genetik Lucien Goldmann. Kajian ini dilatarbelakangi oleh representasi kerentanan perempuan pada masa krisis ekonomi 1998 melalui pengalaman Sartika sebagai ibu tunggal yang bekerja di warung kopi pangku di Pantura. Penelitian ini bertujuan mengungkap fakta kemanusiaan, struktur relasional, homologi antara struktur naratif dan struktur sosial, serta pandangan dunia yang dibangun film. Penelitian menggunakan desain kualitatif deskriptif dengan pendekatan sosiologi sastra. Data berupa adegan, dialog, relasi antartokoh, latar, dan konflik administratif yang terdokumentasi dalam naskah sumber. Analisis dilakukan melalui dialektika pemahaman dan penjelasan Goldmann dengan mengklasifikasikan data pada kategori fakta kemanusiaan, subjek transindividual, homologi, dan pandangan dunia. Hasil penelitian menunjukkan keterpaksaan ekonomi yang mengkomodifikasi tubuh perempuan, sirkulasi ketergantungan dalam relasi Sartika–Maya–Hadi, dan eksklusi institusional terhadap ibu tunggal. Film ini mengartikulasikan humanisme kritis.
Copyrights © 2026