Media sosial mempercepat peredaran slang digital dan memperluas pilihan leksikal remaja, tetapi kajian yang ada lebih sering memusatkan perhatian pada bentuk dan makna daripada proses pemrosesan bahasa. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk, fungsi komunikatif, dan implikasi psikolinguistik slang digital dalam komunikasi remaja. Penelitian menggunakan desain kualitatif deskriptif berupa studi literatur terarah dan analisis isi tematik terhadap 30 istilah yang telah dihimpun dalam korpus analitik penelitian. Sumber teoretis dan pembanding berasal dari artikel jurnal akses terbuka tentang bahasa gaul, komunikasi digital, dan psikolinguistik. Hasil menunjukkan tiga kelompok bentuk: bentuk informal bahasa Indonesia, singkatan atau akronim, serta leksikon berbasis bahasa Inggris dan budaya internet. Fungsi dominan ialah evaluasi sosial dan ekspresi keadaan atau emosi. Secara psikolinguistik, familiaritas dan konteks digunakan sebagai mekanisme penjelas berdasarkan literatur, bukan hasil pengukuran langsung. Penelitian menyimpulkan bahwa slang digital merupakan adaptasi register, bukan pengganti bahasa baku, serta menawarkan kerangka integratif bentuk-fungsi-pemrosesan yang membatasi inferensi kognitif secara proporsional.
Copyrights © 2026