Penelitian ini mengkaji implikasi nilai etis kepercayaan dan kesetiaan dalam film Ipar Adalah Maut (2024) karya Hanung Bramantyo. Kajian ini dilatarbelakangi oleh representasi pengkhianatan domestik yang melibatkan Aris, Nisa, dan Rani, sehingga memperlihatkan rapuhnya kepercayaan keluarga dan komitmen pernikahan. Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana nilai kepercayaan dan kesetiaan dikonstruksi, dipertentangkan, serta didekonstruksi melalui konflik naratif, dialog, dan simbol visual. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan desain analisis teks film. Data primer berupa adegan kunci, interaksi tokoh, transkrip dialog, dan dinamika alur, sedangkan data sekunder bersumber dari kajian etika, budaya, dan film. Data dianalisis melalui pendekatan hermeneutika dan semiotika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengkhianatan bermula dari penyalahgunaan kepercayaan keluarga, berkembang melalui kebohongan dan manipulasi, lalu memuncak pada pelanggaran kesetiaan pernikahan. Implikasinya, film ini berfungsi sebagai refleksi etis tentang batas, kejujuran, dan tanggung jawab moral dalam kehidupan domestik.
Copyrights © 2026