Disfagia merupakan salah satu komplikasi umum pada pasien pasca stroke yang berisiko menimbulkan malnutrisi, dehidrasi, hingga pneumonia aspirasi. Berbagai intervensi rehabilitasi telah dikembangkan, di antaranya Chin Tuck Against Resistance (CTAR) dan latihan kekuatan lidah yang terbukti secara individual dapat memperbaiki fungsi menelan. Namun, efektivitas kombinasi kedua terapi tersebut masih memerlukan penelitian lebih lanjut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi kombinasi CTAR dan latihan kekuatan lidah terhadap kemampuan menelan pada pasien stroke dengan disfagia di wilayah kerja Puskesmas Telaga Dewa, Kota Bengkulu. Desain penelitian menggunakan quasi-eksperimental dengan pendekatan pre-test dan post-test serta kelompok kontrol. Sampel penelitian dipilih secara purposif berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Kelompok intervensi diberikan latihan CTAR dan kekuatan lidah, sedangkan kelompok kontrol menjalani Shaker Exercise. Intervensi dilakukan selama dua minggu dengan frekuensi dua kali seminggu. Penilaian disfagia menggunakan Skala Gugging Swallowing Screen sebelum dan sesudah intervensi. Hasil menunjukkan adanya perbaikan signifikan kemampuan menelan pada kelompok kombinasi CTAR dan latihan kekuatan lidah (p < 0,05). Dengan demikian, terapi kombinasi ini efektif meningkatkan fungsi menelan dan dapat direkomendasikan sebagai bagian program rehabilitasi disfagia di layanan kesehatan primer.
Copyrights © 2026