Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh literasi keuangan dan akses pembiayaan mikro terhadap kinerja keuangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Urgensi penelitian ini didasarkan pada besarnya kontribusi UMKM terhadap perekonomian daerah, namun masih banyak pelaku usaha yang belum melakukan pencatatan keuangan secara sistematis dan menghadapi kendala dalam memperoleh pembiayaan mikro formal. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif eksplanatori dengan melibatkan 100 pelaku UMKM yang dipilih melalui purposive sampling, dan dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling-Partial Least Square (SEM-PLS) berbantuan perangkat lunak SmartPLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi keuangan (koefisien jalur = 0,472; t = 4,873; p = 0,000) dan akses pembiayaan mikro (koefisien jalur = 0,361; t = 3,995; p = 0,001) berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja keuangan UMKM, serta secara simultan menjelaskan 64,8% variasinya (R² = 0,648). Temuan ini memperkuat Resource-Based Theory dan teori financial inclusion, yang menunjukkan bahwa penguatan kapasitas keuangan internal dan kemudahan akses pembiayaan eksternal merupakan kombinasi strategis dalam meningkatkan ketahanan usaha UMKM. Penelitian ini memberikan bukti empiris dari konteks daerah semi-perkotaan yang masih terbatas dalam literatur sebelumnya, serta memberikan implikasi praktis bagi pemerintah daerah, lembaga pembiayaan mikro, dan pelaku usaha dalam merumuskan strategi peningkatan kapasitas finansial dan akses modal secara lebih efektif.
Copyrights © 2026