Tari Tayub di Kabupaten Sragen memiliki nilai budaya yang mendalam. Penelitian ini dilakukan karena belum ada kajian yang secara khusus membahas satuan lingual dalam Tari Tayub dengan kajian semantik. Tarian ini memiliki satuan lingual yang merepresentasikan nilai budaya, tetapi sudah mulai ditinggalkan karena kurang diminati oleh masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk satuan lingual dalam Tari Tayub di Kabupaten Sragen melalui kajian semantik guna mengungkap makna leksikal dan kulturalnya. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan semantic kultural. Data dikumpulkan melalui teknik cakap semuka, rekam, dan catat dari informan yang merupakan seniman di Kabupaten Sragen, kemudian dianalisis melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian pada Tari Tayub ditemukan 45 satuan lingual yang terdiri dari 26 kata monomorfemis, 4 kata polimorfemis, dan 11 frasa. Satuan lingual tersebut diklasifikasikan menjadi empat bagian: paraga, busana, iringan, dan gerakan. Setiap satuan lingual memiliki makna leksikal dan kultural. Tari Tayub bukan hanya sekadar seni pertunjukan, tetapi juga bagian dari warisan budaya yang perlu dilestarikan agar tetap dikenal dan dipahami oleh generasi mendatang.
Copyrights © 2026