Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pola asuh orang tua terhadap tingkat kecemasan matematika pada siswa sekolah dasar melalui pendekatan studi literatur (literature review). Matematika merupakan disiplin ilmu fundamental yang memerlukan kemampuan berpikir kritis dan sistematis; namun, fenomena kecemasan matematika (mathematics anxiety) sering menjadi hambatan psikologis yang menghambat capaian kognitif siswa. Hasil analisis menunjukkan bahwa pola asuh orang tua berperan sebagai variabel kunci dalam membentuk resiliensi emosional anak. Pola asuh demokratis yang mengedepankan komunikasi responsif dan kehangatan emosional terbukti efektif dalam memitigasi kecemasan, sedangkan pola asuh otoriter, permisif, maupun lalai cenderung meningkatkan tekanan psikologis dan rasa tidak aman anak dalam menghadapi persoalan numerik. Meskipun banyak orang tua menyadari gejala kecemasan pada anak, studi ini menemukan adanya kesenjangan dalam strategi penanganan praktis yang diterapkan di lingkungan rumah. Dengan demikian, sinergi antara lingkungan sekolah yang inovatif dan pendampingan orang tua yang suportif sangat krusial untuk membangun ketahanan mental siswa, mengurangi disrupsi psikologis, serta mengoptimalkan potensi akademis mereka dalam belajar matematika.
Copyrights © 2026