Rendahnya kemampuan siswa sekolah dasar dalam menerapkan ejaan dan bahasa baku saat menulis teks laporan, serta keterbatasan waktu guru dalam memberikan umpan balik individual, menjadi latar belakang pengembangan media ini. Penelitian ini bertujuan mengembangkan aplikasi pemeriksa ejaan dan bahasa baku pada teks laporan, menguji kelayakan, serta mengetahui respons pengguna. Menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE, penelitian ini melibatkan subjek 23 siswa kelas V SDN Tegalkalong. Data dikumpulkan melalui wawancara, lembar validasi, serta angket respons, lalu dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan aplikasi ini sangat layak dengan rata-rata persentase kelayakan 97,5% (ahli media 98%, ahli materi 91%, dan guru praktisi 96%–100%). Aplikasi juga mendapatkan respons sangat baik dari pengguna, dengan persentase skor 97% dari siswa dan 100% dari guru kelas. Integrasi materi, latihan, serta fitur pemeriksaan otomatis berbasis Android dalam aplikasi ini terbukti efektif menjadi digital scaffolding yang mendukung kemandirian dan interaktivitas siswa dalam pembelajaran menulis di sekolah dasar.
Copyrights © 2026