Kualitas udara di kota-kota besar Indonesia, termasuk Kota Malang, kerap melampaui ambang batas aman akibat meningkatnya emisi kendaraan bermotor, sementara stasiun pemantauan resmi masih terbatas jumlah dan berbiaya operasional tinggi. Penelitian ini bertujuan merancang, membangun, dan mengevaluasi platform Internet of Things (IoT) modular berbasis ESP32-S3 untuk pemantauan kualitas udara secara real-time. Metode penelitian mencakup studi literatur, analisis kebutuhan, perancangan sistem, implementasi, dan pengujian. Platform mengintegrasikan sensor PMS7003 untuk mengukur konsentrasi PM1.0, PM2.5, dan PM10, serta sensor DHT22 untuk suhu dan kelembapan. Data dikirim menggunakan protokol MQTT melalui jaringan WiFi menuju ThingSpeak untuk penyimpanan dan visualisasi. Sistem menerapkan mekanisme fault tolerance berbasis algoritme fail counter dan penyimpanan nilai valid terakhir (last known value) sehingga tetap beroperasi ketika salah satu atau seluruh sensor mengalami kegagalan, dengan menampilkan status ALL_OK, PMS_ERROR, DHT_ERROR, atau ALL_SENSOR_ERROR. Hasil pengujian pada empat skenario operasional menunjukkan sistem mampu melakukan akuisisi dan pengiriman data secara kontinu setiap 15 detik dengan komunikasi yang stabil, serta berhasil mendeteksi dan menangani kegagalan sensor tanpa menghentikan layanan monitoring. Arsitektur modular berbasis expansion board meningkatkan fleksibilitas integrasi dan pemeliharaan perangkat, sehingga platform ini layak digunakan sebagai solusi pemantauan kualitas udara yang andal, hemat biaya, dan adaptif untuk implementasi di wilayah perkotaan.
Copyrights © 2026