Perkembangan Internet of Things (IoT) dalam bidang kesehatan mendorong kebutuhan pengamanan data medis digital yang diproses pada perangkat embedded. Salah satu bentuk data medis digital yang dapat diproses adalah file suara jantung atau phonocardiogram dalam format WAV. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kinerja algoritma AES-128 dan SPECK pada file suara jantung di perangkat IoT berbasis ESP32 sebagai simulasi pengamanan data medis digital. Data uji berupa 15 file WAV dari PhysioNet/Computing in Cardiology Challenge 2016 yang dibagi menjadi kategori kecil, sedang, dan besar. Setiap file diuji lima kali sehingga diperoleh 75 data pengujian. Waktu yang diukur hanya mencakup eksekusi algoritma pada data yang telah dibaca ke buffer, tanpa menghitung pembacaan SD card, tampilan LCD, delay LED, dan keluaran Serial Monitor. Hasil pengujian menunjukkan seluruh proses dekripsi AES-128 dan SPECK berhasil mengembalikan data sesuai data asli. Rata-rata waktu enkripsi AES-128 adalah 45.551,87 µs, sedangkan SPECK 38.048,47 µs. Rata-rata waktu dekripsi AES-128 adalah 46.906,40 µs, sedangkan SPECK 45.635,16 µs. SPECK lebih cepat 16,46% pada enkripsi dan 2,68% pada dekripsi. Throughput enkripsi SPECK mencapai 2.386,19 KB/s, lebih tinggi dari AES-128 sebesar 1.993,40 KB/s. Program menggunakan 375.186 byte program storage dan 24.360 byte dynamic memory. Hasil statistik ciphertext menunjukkan entropy mendekati 8, correlation mendekati 0, histogram CV relatif kecil, dan chi-square mendekati distribusi seragam. Dengan demikian, SPECK lebih efisien dibandingkan AES-128 pada skenario pengujian file suara jantung di ESP32, tetapi hasil ini tidak digeneralisasikan secara mutlak untuk seluruh jenis data dan seluruh perangkat.
Copyrights © 2026