Pertumbuhan kota yang pesat meningkatkan risiko polusi udara terhadap kesehatan masyarakat, sementara stasiun pemantau kualitas udara konvensional memiliki cakupan wilayah terbatas dan aksesibilitas data yang rendah bagi masyarakat umum. Penelitian ini mengusulkan sistem pemantauan polusi udara berbasis Internet of Things menggunakan mikrokontroler ESP32 yang mengukur konsentrasi karbon monoksida (CO) melalui sensor MQ-7, ozon (O3) melalui sensor MQ-131, serta partikulat PM2.5 dan PM10 melalui sensor HM-3301. Data dikirimkan secara terenkripsi melalui protokol Message Queuing Telemetry Transport (MQTT) pada port 8883 menuju broker HiveMQ Cloud dan divisualisasikan pada dasbor Node-RED. Sistem menerapkan dua skema penjadwalan pengukuran, yaitu pemicu waktu otomatis (default time trigger) dan pemicu waktu manual dari pengguna, serta memanfaatkan sakelar BJT BC547 untuk memutus daya sensor selama mode siaga guna menghemat energi dan memperpanjang usia pakai sensor. Hasil pengujian menunjukkan bahwa kedua skema penjadwalan berhasil dieksekusi dengan akurat, fitur I2C Bus Recovery efektif mengatasi kegagalan pembacaan sensor partikulat, serta transmisi data berhasil 100% dengan rata-rata latency 1,643 detik pada pemicu otomatis dan 2,327 detik pada pemicu manual. Hasil ini membuktikan bahwa sistem layak digunakan sebagai stasiun pemantauan kualitas udara mandiri yang mendukung pemantauan polusi udara perkotaan secara real-time.
Copyrights © 2026