Sekolah dasar merupakan pondasi utama dalam pembentukan karakter anak, namun perilaku perundungan kerap kali hanya dianggap sebatas candaan oleh para siswa. Fenomena ini menjadi ancaman serius bagi kesejahteraan mental, kepercayaan diri, dan partisipasi akademik mereka. Sebagai upaya pencegahan proaktif, program pengabdian masyarakat ini berfokus pada kegiatan sosialisasi bertajuk "Sekolah Aman Tanpa Bullying" yang dilaksanakan di SD Negeri Langensari 04 dengan sasaran 31 siswa kelas III. Kegiatan ini dirancang secara humanis dan menerapkan metode edukasi dua arah yang terdiri dari pemaparan presentasi visual, sesi bernyanyi, pengucapan ikrar bersama, serta evaluasi formatif menggunakan kuis berhadiah. Hasil pelaksanaan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa mengenai definisi, bentuk-bentuk perundungan baik fisik, verbal, maupun nonverbal serta dampak buruknya. Pendekatan partisipatif dengan menggunakan bingkai foto kampanye juga terbukti efektif dalam menstimulasi keberanian siswa untuk melaporkan tindakan perundungan kepada pihak dewasa. Kesimpulannya, penyampaian materi anti-bullying melalui metode bermain sambil belajar sangat krusial untuk menanamkan rasa saling menghargai sejak dini demi mewujudkan ekosistem sekolah yang aman dan suportif.
Copyrights © 2026