Tujuan utama kegiatan adalah terbentuk nya klaster pangan berbasis pertanian padi ramah lingkungan dari hulu sampai hilir. Produksi saprodi berbasis bahan baku lokal, perbaikan produktiftas lahan, tanaman dan lingkungan serta peningkatan kualitas gabah dan beras ramah lingkungan. Permasalahan utama mitra adalah belum terintegrasi unit di hulu, budidaya dan hilir dari 2 Desa yang ada di wilayah Subak Bengkel. Sehingga perlu dibentuk klaster hulu sampai dengan hilir dengan mensinergikan Bumdes, Subak dan Gapoktan. Klaster yang akan di kembangkan adalah klaster pangan dengan Subak sebagai inti manajemen klaster. Penurunan produktifitas lahan, tanaman dan lingkungan perlu teknologi yang dapat memberikan solusi secara holistik dan kompreensif. Salah satu teknologi yang mendukung program pengembangan klaster pertanian organik ramah lingkugan adalah inovasi Biofarm. Aplikasi inovasi Biofarm dilakukan pada perbaikan kesuburan lahan, bioremediasi air, produktifitas tanaman, pengendalian hama penyakit dan lingkungan. Inovasi biofarm juga dapat digunakan untuk permasalahan pengolahan sampah yang perlu waktu lama dan kualitas rendah. Metode kegiatan yang digunakan adalah sosialisasi, pelatihan, sekolah lapang dan pendampingan terkait persiapan Saprodi maupun teknis budidaya pada khalayak sasaran yg sudah di tentukan. Luaran program adalah terbentuk klaster sinergi Bumdes, Subak dan Gapoktan dengan sinergi kegiatan dari hulu sampai dengan hilir. Produksi saprodi pupuk organik padat (POP), pupuk organik cair (POC), Pestisida Nabati (Pesnab) dan ZPT organik dari Bumdes (Unit TPST3R) untuk kebutuhan petani anggota Subak. Demplot padi organik 3 Ha sebagai laboratorium lapang petani Subak dan perbaikan kualitas beras yang dihasilkan Unit Pengolahan Beras (Gapoktan).
Copyrights © 2026