Penelitian ini diorientasikan untuk mengetahui hubungan antara mathematical creative self efficacy dengan keterampilan computational thinking pada siswa sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif melalui implementasi metode survei terhadap populasi yang berjumlah 126 siswa. Mengingat besaran populasi yang terjangkau, teknik pengambilan subjek dilakukan melalui prosedur sampling jenuh (total sampling), di mana seluruh elemen populasi diintegrasikan sebagai sampel riset guna menjamin representasi data yang komprehensif. Adapun instrumen yang digunakan meliputi angket mathematical creative self efficacy serta instrumen tes untuk mengukur tingkat keterampilan computational thinking siswa. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif antara mathematical creative self efficacy dengan keterampilan computational thinking. Namun, hubungan tersebut terklasifikasi dalam kategori yang sangat rendah dengan perolehan koefisien korelasi sebesar 0,208. Hal ini mengindikasikan bahwa meskipun terdapat keterkaitan, kedekatan hubungan antara kedua variabel tersebut tidak bersifat dominan secara statistik dalam konteks subjek penelitian ini. Hasil estimasi koefisien determinasi mengungkap bahwa mathematical creative self efficacy hanya mengatribusikan pengaruh sebesar 4,3% terhadap keterampilan computational thinking, sementara mayoritas residu sebesar 95,7% diintervensi oleh faktor-faktor lainnya yang tidak diakomodasi dalam model penelitian ini.
Copyrights © 2026