Perilaku prososial merupakan Aspek penting dalam pertumbuhan sosial remaja yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti cara berkomunikasi dalam keluarga dan kemampuan mengendalikan diri. Penelitian ini bertujuan melihat bagaimana cara berkomunikasi dalam keluarga dan self-control mempengaruhi tindakan sosial positif yang dilakukan remaja di SMAN 15 Luwu. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain korelasional. Sampel terdiri dari 209 siswa yang dipilih melalui teknik simple random sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner yang disusun berdasarkan skala Likert. Selanjutnya, data dianalisis dengan teknik regresi linear berganda menggunakan bantuan perangkat lunak IBM SPSS Statistics versi 27. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola komunikasi dalam keluarga dan self-control berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku prososial remaja, baik secara parsial maupun simultan. Secara bersama-sama, kedua variabel tersebut mampu memberikan kontribusi dalam menjelaskan variasi perilaku prososial remaja, meskipun masih terdapat faktor-faktor lain di luar model penelitian yang turut memengaruhi perilaku tersebut.Kebaruan penelitian ini terletak pada pengujian kedua variabel secara simultan pada remaja sekolah menengah atas di Kabupaten Luwu. Penelitian ini diharapkan dapat memperkaya kajian psikologi perkembangan serta menjadi masukan bagi keluarga dan sekolah dalam mengembangkan perilaku prososial remaja melalui komunikasi yang efektif dan peningkatan self-control.
Copyrights © 2026