Penelitian ini mengeksplorasi persepsi guru terhadap Flipped Classroom dalam pengajaran Bahasa Inggris di lingkungan pendidikan Indonesia. Penelitian ini mengkaji pemahaman guru terhadap konsep tersebut, pengalaman penerapannya, serta refleksi mengenai kegunaannya dalam pembelajaran di kelas. Penelitian menggunakan desain kualitatif melalui observasi kelas dan wawancara semi-terstruktur yang melibatkan tiga guru Bahasa Inggris yang memenuhi kriteria penelitian. Sebanyak delapan pertemuan pembelajaran diobservasi untuk melihat penerapan pendekatan tersebut dalam praktik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memahami prinsip dasar Flipped Classroom, khususnya penyediaan materi sebelum pertemuan kelas dan pemanfaatan waktu kelas untuk interaksi, praktik, diskusi, dan umpan balik. Guru pada umumnya memiliki persepsi positif dan meyakini bahwa model ini dapat meningkatkan minat, partisipasi, interaksi, dan kesempatan belajar siswa. Namun, persepsi positif tidak selalu menunjukkan penguasaan praktis secara menyeluruh. Beberapa guru masih memerlukan tutorial dan panduan tambahan dalam menggunakan teknologi digital dan mengorganisasi kegiatan pembelajaran flipped. Temuan menunjukkan bahwa pemahaman dan kesiapan praktis guru penting bagi penerapan yang efektif. Oleh karena itu, pengembangan profesional, infrastruktur digital yang memadai, dan dukungan pedagogis berkelanjutan diperlukan untuk memperkuat penerapan Flipped Classroom dalam pengajaran Bahasa Inggris
Copyrights © 2026