Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan perkembangan psikososial tokoh dalam novel Twenty karya Malichatus Sa’diyah berdasarkan teori perkembangan psikososial Erik Erikson serta pemanfaatannya dalam pembelajaran sastra di SMA. Perkembangan psikososial dipahami sebagai proses perkembangan individu melalui interaksi antara aspek psikologis dan sosial yang memengaruhi pembentukan kepribadian. Kajian ini berfokus pada tahap intimacy versus isolation dan generativity versus stagnation yang dialami tokoh dalam novel. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan psikologi sastra. Data melalui teknik dokumentasi, mencatat, dan mengklarifikasikan kutipan yang relevan, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian dapat menunjukkan bahwa perkembangan psikososial tokoh berlangsung secara dinamis. Tokoh Nala mengalami konflik batin berupa kecemasan, kecemburuan, dan ketakutan kehilangan hubungan sebelum mencapai kematangan emosional, penerimaan diri, dan hubungan interpersonal yang sehat. Tokoh Mas Pandu menunjukkan tanggung jawab, komitmen, serta kepedulian terhadap orang lain sebagai wujud perkembangan pada tahap generativity. Temuan ini menunjukkan bahwa perkembangan psikososial memengaruhi cara tokoh membangun hubungan sosial dan memaknai kehidupan. Implikasi penelitian ini relevan sebagai alternatif bahan ajar pembelajaran sastra kelas XII SMA yang mendukung pembelajaran kontekstual, reflektif, dan pengembangan kemampuan berpikir kritis peserta didik.
Copyrights © 2026