Masalah dalam pengelolaan sampah rumah tangga di RW 01 Kelurahan Iringmulyo masih ditandai oleh ketidakefektifan dalam pemisahan sampah dari sumbernya, rendahnya penggunaan sampah organik dan anorganik, serta tidak adanya sistem pengumpulan yang terstruktur. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman, keterampilan, serta partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Mitra dalam program ini adalah warga RW 01 Kelurahan Iringmulyo, yang terdiri dari RT 01 dan RT 02. Metode yang diterapkan mencakup pendidikan masyarakat dan pelatihan yang partisipatif melalui sosialisasi, praktik membuat kompos dan lubang biopori, penyediaan tempat pengumpulan botol plastik, pemasangan papan informasi, serta pelatihan pembuatan tas dari limbah plastik. Penilaian dilakukan melalui pre-test dan post-test yang melibatkan 51 responden masing-masing. Hasilnya menunjukkan peningkatan rata-rata skor dari 19,27 menjadi 23,57, dengan analisis Mann-Whitney menunjukkan perbedaan yang signifikan (U = 0,000; Z = −8,934; p < 0,001) dan ukuran efek yang besar (r = 0,88). Program ini juga berhasil menciptakan delapan lubang biopori, dua tempat pengumpulan botol plastik, satu papan informasi, dan satu tas contoh. Temuan ini menunjukkan bahwa pemberdayaan yang memadukan edukasi, praktik, dan penyediaan sarana dapat menguatkan pengelolaan sampah yang berbasis masyarakat, meskipun keberlangsungan program memerlukan pemantauan dan pembagian tanggung jawab secara berkala.
Copyrights © 2026