Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis inovasi pelayanan publik berbasis digital dan capacity building dalam meningkatkan keterampilan komunikasi dan pelayanan pelanggan bagi pelaku pariwisata di Desa Warnasari. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teori capacity building dari Merilee S. Grindle digunakan untuk menganalisis dimensi pengembangan sumber daya manusia (human resource development), penguatan organisasi (organizational strengthening), dan reformasi kelembagaan (institutional reform). Selain itu, dimensi pelayanan publik berbasis digital menurut Indrajit meliputi efisiensi pelayanan, transparansi informasi, aksesibilitas layanan, responsivitas digital, dan integrasi sistem. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan komunikasi dan pelayanan pelanggan berbasis digital mampu meningkatkan kompetensi pelaku wisata dalam memberikan pelayanan yang lebih efektif, responsif, dan profesional kepada wisatawan. Penguatan organisasi terlihat melalui pemanfaatan media digital sebagai sarana promosi dan pelayanan wisata yang terintegrasi. Reformasi kelembagaan didukung oleh peran pemerintah desa dalam pengembangan kebijakan dan fasilitas pelayanan wisata berbasis teknologi. Implementasi pelayanan publik digital memberikan dampak positif terhadap peningkatan kualitas layanan wisata, kemudahan akses informasi, kepuasan wisatawan, serta daya saing pariwisata Desa Warnasari secara berkelanjutan. Kata Kunci: inovasi pelayanan publik, capacity building, pelayanan digital, komunikasi pelayanan, pariwisata desa.
Copyrights © 2026