Abstrak Penyakit Tidak Menular (PTM) merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas yang memerlukan pengelolaan jangka panjang melalui penerapan self-management yang optimal. Rendahnya pengetahuan pasien mengenai penggunaan obat, kepatuhan terapi, dan pola hidup sehat dapat meningkatkan risiko terjadinya komplikasi. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan pasien penyakit kronis dan keluarga pendamping mengenai manajemen penyakit kronis di Rumah Singgah Sahabat Orang Sakit (SOS) Palu, Sulawesi Tengah. Kegiatan dilaksanakan pada 30 Mei 2026 dengan melibatkan 20 peserta menggunakan metode edukasi partisipatif yang meliputi ceramah interaktif, diskusi, tanya jawab, pemeriksaan kesehatan sederhana, serta pembagian Booklet edukasi. Evaluasi dilakukan menggunakan instrumen pretest dan posttest, kemudian dianalisis dengan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta yang ditandai dengan meningkatnya nilai rata-rata dari 5,70 ± 0,86 pada pretest menjadi 8,75 ± 0,72 pada posttest. Seluruh peserta mengalami peningkatan nilai setelah mengikuti edukasi. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan adanya perbedaan yang bermakna antara nilai pretest dan posttest (Z = -4,128; p < 0,001), yang mengindikasikan bahwa edukasi yang diberikan efektif dalam meningkatkan pengetahuan peserta mengenai manajemen penyakit kronis. Kegiatan ini memberikan dampak positif terhadap peningkatan pemahaman pasien dan keluarga pendamping mengenai penggunaan obat yang rasional, kepatuhan terapi, penerapan pola hidup sehat, dan pencegahan komplikasi. Edukasi kesehatan secara berkelanjutan perlu terus dilakukan untuk memperkuat kemampuan self-management sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup pasien penyakit kronis. Kata kunci: edukasi kesehatan; penyakit kronis; self-management; pengabdian kepada masyarakat; kepatuhan terapi. Abstract Non-Communicable Diseases (NCDs) are a leading cause of morbidity and mortality worldwide and require long-term management through effective self-management. Limited patient knowledge regarding proper medication use, treatment adherence, and healthy lifestyle practices increases the risk of disease-related complications. This Community Service Program aimed to improve the knowledge of patients with chronic diseases and their family caregivers regarding chronic disease management at the Sahabat Orang Sakit (SOS) Shelter House in Palu, Central Sulawesi. The program was conducted on May 30, 2026, involving 20 participants through a participatory educational approach consisting of interactive lectures, group discussions, question-and-answer sessions, basic health screenings, and the distribution of educational Booklets. Program effectiveness was evaluated using pretest and posttest questionnaires, and the data were analyzed using the Wilcoxon Signed Rank Test. The results showed a significant improvement in participants' knowledge, with the mean score increasing from 5.70 ± 0.86 in the pretest to 8.75 ± 0.72 in the posttest. All participants demonstrated improved scores following the educational intervention. Statistical analysis revealed a significant difference between the pretest and posttest scores (Z = −4.128; p < 0.001), indicating that the educational intervention effectively improved participants' knowledge of chronic disease management. In addition, the program enhanced participants' understanding of rational medication use, treatment adherence, healthy lifestyle practices, and complication prevention. These findings suggest that community-based health education is an effective strategy for improving knowledge and supporting self-management among patients with chronic diseases. Continuous health education and follow-up support are recommended to sustain behavioral changes and improve the quality of life of individuals living with chronic diseases. Keywords: health education; chronic disease; self-management; community service; treatment adherence
Copyrights © 2026