Desentralisasi dan otonomi daerah mendorong pemerintah daerah untuk meningkatkan kemandirian fiskal melalui optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD). PAD berfungsi sebagai indikator utama dalam menilai kemampuan suatu daerah untuk membiayai pembangunan dan penyediaan layanan publik secara mandiri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi PAD di Daerah Istimewa Yogyakarta, dengan fokus pada jumlah penduduk, pajak daerah, jumlah wisatawan, dan inflasi. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research), yang memanfaatkan data sekunder dari literatur ilmiah, buku, dan laporan pemerintah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah penduduk, pajak daerah, dan jumlah wisatawan berpengaruh positif terhadap PAD, sedangkan inflasi berpengaruh negatif terhadap PAD. Secara simultan, keempat variabel tersebut memiliki pengaruh yang signifikan terhadap PAD. Oleh karena itu, pemerintah daerah diharapkan dapat mengoptimalkan potensi ekonomi daerah, meningkatkan efektivitas pemungutan pajak, serta menjaga stabilitas ekonomi guna mendukung pertumbuhan PAD yang berkelanjutan.
Copyrights © 2026