AbstrakProgram Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan kebijakan strategis pemerintah dalam meningkatkan status gizi anak usia sekolah. Namun, efektivitas program ini tidak hanya bergantung pada ketersediaan makanan bergizi, melainkan juga pada pemahaman dan perilaku siswa terhadap pola makan sehat. Rendahnya literasi gizi serta kurangnya komunikasi kesehatan yang partisipatif di lingkungan sekolah menjadi tantangan dalam mendukung keberlanjutan program MBG. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan sosialisasi komunikasi kesehatan berbasis sekolah sebagai upaya penguatan pemahaman dan perubahan perilaku orangtua, dan siswa. Tujuan pengabdian ini adalah meningkatkan literasi gizi, kesadaran siswa, serta peningkatan pemahaman orang tua mengenai pentingnya konsumsi makanan bergizi melalui pendekatan komunikasi kesehatan yang partisipatif di Sekolah Dasar Negeri 2 Regol, Garut. Metode pengabdian dilakukan melalui tahapan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Kegiatan meliputi penyuluhan interaktif, diskusi kelompok, permainan edukatif, serta praktik langsung membaca komposisi makanan. Penilaian dilakukan dengan menggunakan pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman siswa. Hasil dari kegiatan pengabdian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan dalam pemahaman siswa tentang gizi seimbang dan pentingnya program MBG. Nilai rata-rata pemahaman siswa bertambah dari 55,67% pada pre-test menjadi 92,98% pada post-test. Selain itu, siswa menunjukkan antusiasme dan keterlibatan aktif selama kegiatan berlangsung. Dengan demikian, sosialisasi komunikasi kesehatan berbasis sekolah terbukti efektif sebagai strategi pendukung keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis di tingkat sekolah dasar. Kata kunci: gerakan literasi; komunikasi kesehatan; berbasis sekolah; makan bergizi gratis. AbstractThe Free Nutritious Food Program (MBG) is a strategic government policy aimed at improving the nutritional status of school-aged children. However, the effectiveness of this program depends not only on the availability of nutritious food, but also on students' understanding and behavior towards healthy eating patterns. Low nutritional literacy and the lack of participatory health communication in schools pose challenges to the sustainability of the MBG program. Therefore, a school-based health communication outreach approach is needed to strengthen understanding and change the behavior of parents and students. The purpose of this community service activity is to improve nutritional literacy and student awareness of the importance of consuming nutritious food through a participatory health communication approach at Regol 2 Elementary School, Garut. The community service method is carried out through the stages of planning, implementation, and evaluation. Activities include interactive counseling, group discussions, educational games, and hands-on practice in reading food composition. Assessment was conducted using pre-tests and post-tests to measure the improvement in students' understanding. The results of the community service activity indicate a significant increase in students' understanding of balanced nutrition and the importance of the MBG program. The average student understanding score rose from 55.67% in the pre-test to 92.98% in the post-test.. Furthermore, students demonstrated enthusiasm and active engagement throughout the activity. Thus, school-based health communication activities have proven effective as a supporting strategy for the success of the Free Nutritious Meals Program at the elementary school level. Keywords: literacy movement; health communication; school-based; free nutritious meals.
Copyrights © 2026