Pengelolaan sampah organik di tingkat rumah tangga masih menjadi tantangan di desa Ngaresrejo karena sebagian masyarakat belum memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai dalam memanfaatkan teknologi sederhana berbasis lingkungan. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ( PkM) ini bertujuan meningkatkan kapasitas anggota PKK melalui penerapan pelatihan teknologi biopori sebagai salah satu solusi pengolahan sampah organik rumah tangga. Program dilaksanakan menggunakan pendekatan partisipatif yang meliputi sosialisasi, penyampaian materi, demonstrasi, praktik langsung (learning by doing), pendampingan, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test, lembar observasi keterampilan, dan angket kepuasan. Sebanyak 30 anggota PKK berpartisipasi dalam kegiatan ini. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan kemampuan peserta, yang ditunjukkan oleh kenaikan rata-rata nilai pengetahuan dari 56,1% sebelum pelatihan menjadi 89,9% setelah pelatihan, atau meningkat sebesar 33,8%. Capaian tertinggi diperoleh pada indikator kemampuan melaksanakan tahapan pembuatan biopori dengan peningkatan sebesar 39,6%. Selain peningkatan aspek pengetahuan, hasil observasi juga memperlihatkan bahwa tingkat keterampilan peserta mencapai rata-rata 92,7%, yang termasuk kategori sangat baik. Temuan tersebut menunjukkan bahwa pelatihan berbasis praktik dan pendampingan mampu memperkuat kompetensi peserta dalam menerapkan teknologi biopori serta mendorong pengelolaan sampah organik rumah tangga yang lebih mandiri dan berkelanjutan.
Copyrights © 2026