Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pemberdayaan PKK Desa Ngaresrejo melalui Pelatihan Teknologi Biopori dalam Pengelolaan Sampah Organik Rumah Tangga: Empowering the Women's Empowerment Group of Ngaresrejo Village through Biopore Technology Training Program on Household Organic Waste Management Yayu Sriwahyuni Hamzah; Haniyah Haniyah; Utami Puji Lestari
DARMADIKSANI Vol 6 No 3 (2026): Edisi September
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, FKIP, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/darmadiksani.v6i3.11334

Abstract

Pengelolaan sampah organik di tingkat rumah tangga masih menjadi tantangan di desa Ngaresrejo karena sebagian masyarakat belum memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai dalam memanfaatkan teknologi sederhana berbasis lingkungan. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ( PkM) ini bertujuan meningkatkan kapasitas anggota PKK melalui penerapan pelatihan teknologi biopori sebagai salah satu solusi pengolahan sampah organik rumah tangga. Program dilaksanakan menggunakan pendekatan partisipatif yang meliputi sosialisasi, penyampaian materi, demonstrasi, praktik langsung (learning by doing), pendampingan, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test, lembar observasi keterampilan, dan angket kepuasan. Sebanyak 30 anggota PKK berpartisipasi dalam kegiatan ini. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan kemampuan peserta, yang ditunjukkan oleh kenaikan rata-rata nilai pengetahuan dari 56,1% sebelum pelatihan menjadi 89,9% setelah pelatihan, atau meningkat sebesar 33,8%. Capaian tertinggi diperoleh pada indikator kemampuan melaksanakan tahapan pembuatan biopori dengan peningkatan sebesar 39,6%. Selain peningkatan aspek pengetahuan, hasil observasi juga memperlihatkan bahwa tingkat keterampilan peserta mencapai rata-rata 92,7%, yang termasuk kategori sangat baik. Temuan tersebut menunjukkan bahwa pelatihan berbasis praktik dan pendampingan mampu memperkuat kompetensi peserta dalam menerapkan teknologi biopori serta mendorong pengelolaan sampah organik rumah tangga yang lebih mandiri dan berkelanjutan.
Pelatihan Garnish Sayur Bagi Pemula Untuk Kader Tim Penggerak Pemberdayaan Dan Kesejahteraan Keluarga Desa Wilayut Risda Lailul Yulfa Fitria; Yusti Sahida Putri; Ernawati Ernawati; Haniyah Haniyah; Rahayu Mardikaningsih; Eli Retnowati; Misbachul Munir; Tri Seno Anjanarko
Kegiatan Positif : Jurnal Hasil Karya Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 3 (2023): September : Kegiatan Positif : Jurnal Hasil Karya Pengabdian Masyarakat
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Manajemen Kewirausahaan dan Bisnis Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/kegiatanpositif.v1i3.700

Abstract

Utilization of Waste Paper Through Recycling and Entrepreneurial SpGarnish includes the art of competition in making decorations from food in the form of fruits and vegetables that have aesthetic value, but can be consumed. Competence in making garnish prioritizes expertise in carving or shaping materials into artistic items that are always evolving. Community service in the form of vegetable garnish training is aimed at increasing the competence of Wilayut Village housewife cadres to improve the economy and welfare for beginners. This training aims to find out (1) efforts to improve the competence of making garnishes, (2) increase the competence of attitudes, knowledge, and skills, (3) training improves the standard of living influences the level of education in the family. The garnish training does not just provide education but the practice of garnish training is prioritized. The garnish competition activities were carried out by involving training methods, in theory and hands-on practice. The results of the Wilayut Village housewife vegetable garnish competition have started from the process of carving tomato, cucumber, carrot vegetables to form a decorative presentation for food. The skill of garnish can be a source of developing a business for beginners.irit Development.