Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak penerapan praktik Good Corporate Governance terhadap nilai perusahaan, baik secara langsung maupun tidak langsung melalui kinerja keuangan, pada perusahaan di subsektor makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode 2021–2024. Sampel penelitian terdiri dari 54 perusahaan yang dipilih dengan menggunakan metode purposive sampling. Variabel independen meliputi ukuran dewan komisaris, kepemilikan institusional, dewan komisaris independen, dan frekuensi rapat komite audit. Nilai perusahaan diukur menggunakan rasio Tobin’s Q, sedangkan kinerja keuangan diukur dengan Return on Assets. Analisis data dilakukan dengan menggunakan Eviews versi 12 melalui metode analisis deskriptif, pemilihan model, pengujian hipotesis, dan pengujian sobel untuk melihat efek mediasi yang signifikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa frekuensi rapat komite audit, kepemilikan institusional, dan kinerja keuangan berpengaruh positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan, sedangkan ukuran dewan komisaris dan komisaris independen berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap nilai perushaan. Selanjutnya, ukuran dewan komisaris berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja keuangan, sementara variabel tata kelola lainnya tidak menunjukkan pengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan. Pengujian mediasi menunjukkan bahwa hanya ukuran dewan komisaris yang memengaruhi nilai perusahaan secara tidak langsung melalui kinerja keuangan. Temuan ini mengindikasikan bahwa mekanisme tata kelola perusahaan memiliki pola pengaruh yang berbeda terhadap nilai perusahaan, sehingga perusahaan perlu meningkatkan efektivitas aktivitas pengawasan serta mengoptimalkan peran dewan komisaris untuk memperkuat kinerja keuangan dan nilai perusahaan.
Copyrights © 2026