Produktivitas tenaga kerja merupakan faktor penting dalam keberhasilan industri galangan kapal. Namun, pada bagian perbaikan boiler kapal masih ditemukan aktivitas non-produktif (idle time) yang menurunkan efisiensi kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan persentase produktivitas pekerja melalui metode Work Sampling, dan memberikan rekomendasi perbaikan agar dapat mengurangi waktu tidak produktif. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan observasi langsung selama 15 hari terhadap dua operator, masing-masing diamati sebanyak 71 sampel per hari. Data dianalisis menggunakan uji keseragaman, uji kecukupan, Rating Factor, Allowance, serta perhitungan Labor Utilization Rate (LUR). Hasil dan penelitian menunjukkan bahwa nilai LUR Operator 1 sebesar 73,52% dan Operator 2 sebesar 73,87%, dengan rata-rata 73,7%. Artinya, sekitar tiga perempat waktu kerja telah digunakan untuk aktivitas produktif, sedangkan 26,3% sisanya terbuang untuk aktivitas non-produktif seperti menunggu material, percakapan non-kerja, dan meninggalkan area kerja. Nilai tersebut lebih rendah dari standar industri (85–90%), sehingga masih terdapat peluang peningkatan produktivitas sekitar 12–15%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah tingkat produktivitas pekerja di bagian perbaikan boiler kapal PT Waruna Shipyard Indonesia berada pada angka 73,7%, yang menunjukkan adanya selisih signifikan terhadap standar produktivitas industri. Rekomendasi perbaikan meliputi peningkatan aspek manusia melalui pelatihan, briefing harian, dan sistem reward; penyempurnaan metode kerja dengan perbaikan SOP, rotasi kerja, serta penjadwalan terkoordinasi optimalisasi pengadaan material dan penyediaan alat bantu; serta penataan area kerja dan pengurangan kebisingan pada lingkungan kerja.
Copyrights © 2026