Makalah ini membahas hakikat manusia dalam perspektif Islam dan psikologi dengan menekankan keterpaduan antara dimensi jasmani, psikologis, sosial, dan spiritual. Dalam psikologi modern, manusia umumnya dipahami melalui perilaku, proses mental, emosi, kognisi, dan interaksi sosial. Sementara itu, Islam memandang manusia sebagai makhluk ciptaan Allah SWT yang memiliki unsur jasmani, ruhani, akal, fitrah, dan tanggung jawab moral sebagai hamba sekaligus khalifah di bumi. Pembahasan ini juga mengaitkan konsep pendidikan Islam menurut para ahli, khususnya Syed Muhammad Naquib al-Attas, yang menekankan pendidikan sebagai proses penanaman adab atau ta’dib, yaitu pembentukan manusia yang mampu mengenal kedudukan dirinya, Tuhan, ilmu, dan realitas secara benar. Selain itu, makalah ini menjelaskan struktur jiwa manusia melalui konsep nafs al-nāṭiqah sebagai jiwa rasional yang membedakan manusia dari makhluk lain, serta an-nafs al-ḥayawāniyyah sebagai dorongan biologis dan instingtif yang perlu dikendalikan oleh akal dan nilai agama. Dengan demikian, integrasi antara Islam, psikologi, dan pendidikan menjadi penting untuk membentuk manusia yang seimbang, beradab, berakhlak, dan mampu menjalankan tujuan hidupnya sesuai tuntunan agama.
Copyrights © 2026