Dalam Annual Report PosIND Tahun 2024 disampaikan bahwa tahun 2024 terdapat penurunan Pendapatan 8,42% dibandingkan tahun 2023 yaitu dari 5.479,12 milyar menjadi sebesar 5.017,86 milyar dan penurunan Ebitda 14,93% dari 1.193,95 milyar menjadi 1.015,67 milyar. Penurunan tersebut menandakan bahwa PT Pos Indonesia (Persero) harus terus berinovasi dan beradaptasi dengan tuntutan kebutuhan pasar agar dapat memenangkan persaingan di industri kurir dan logistik nasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran resiliensi rantai pasok sebagai variabel mediasi dalam hubungan antara kompetensi logistik, strategi bisnis, dan kapabilitas digital terhadap kinerja bisnis logistik pada PT Pos Indonesia (Persero). Dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dan dilakukan pengolahan data menggunakan Smart PLS, maka diperoleh hasil penelitian menunjukkan nilai R-Square Adjusted Kinerja Bisnis Logistik sebesar 0,666 atau yang artinya bahwa Kompetensi Logistik, Strategi Bisnis, Kapabilitas Digital dan Resiliensi Rantai Pasok memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Bisnis Logistik sebesar 66,6 %, sedangkan sisanya sebesar 33,4 % dipengaruhi oleh faktor di luar lingkup penelitian ini.
Copyrights © 2026