The rapid development of digital technology and social media has intensified the phenomenon of cancel culture, influencing students’ social interactions and challenging the Christian values of love and acceptance promoted in schools. This study aims to analyze the role of Christian Religious Education teachers’ creativity in fostering open communication with students as a strategy to prevent cancel culture in Class XII B of SMA Kristen 1 Surakarta. A qualitative case study approach was employed using observations, in-depth interviews, and documentation involving purposively selected teachers and students. Data were analyzed through the Miles and Huberman model and validated using source triangulation, technique triangulation, and member checking. The findings reveal that teacher creativity is reflected in the use of storytelling, flexible learning strategies, personal approaches, and the integration of Christian values of love and acceptance, creating an open and inclusive communication climate. The study concludes that pedagogical creativity plays a significant role in strengthening students’ social relationships and reducing the potential for cancel culture, while providing a foundation for developing a more inclusive and value-based Christian school culture. ABSTRAK Perkembangan teknologi digital dan media sosial telah memunculkan fenomena cancel culture yang turut memengaruhi interaksi sosial di lingkungan sekolah, termasuk bertentangan dengan nilai kasih dan penerimaan yang diajarkan dalam Pendidikan Agama Kristen. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran kreativitas guru Pendidikan Agama Kristen dalam membangun keterbukaan komunikasi dengan siswa sebagai upaya mencegah cancel culture di kelas XII B SMA Kristen 1 Surakarta. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap guru serta siswa yang dipilih secara purposive. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman dengan triangulasi sumber, teknik, dan member check untuk menjamin keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kreativitas guru diwujudkan melalui penggunaan storytelling, pembelajaran yang fleksibel, pendekatan personal, serta penanaman nilai kasih dan penerimaan sehingga tercipta komunikasi yang terbuka dan lingkungan belajar yang inklusif. Temuan ini menegaskan bahwa kreativitas pedagogis guru Pendidikan Agama Kristen berkontribusi dalam memperkuat relasi sosial antarsiswa dan mengurangi potensi munculnya cancel culture, sekaligus menjadi landasan pengembangan budaya sekolah yang lebih humanis dan berlandaskan nilai-nilai Kristiani.
Copyrights © 2026