Brem merupakan produk fermentasi tradisional bernilai budaya tinggi, namun proses pembuatannya masih mengandalkan metode konvensional sehingga pengendalian mutunya sulit dilakukan. Survei pada UMKM Sari Gading di Desa Kaliabu, Caruban-Madiun menunjukkan bahwa fermentasi dilakukan tanpa pemantauan terukur terhadap parameter penting seperti suhu, kelembapan, pH, dan kadar alkohol, yang menyebabkan mutu produk tidak konsisten dan berpotensi gagal. Untuk menjawab permasalahan tersebut, penelitian ini mengembangkan sistem monitoring fermentasi berbasis Android dengan integrasi empat sensor utama, yaitu SHT20 untuk kelembapan, SKU SEN0169 untuk pH, RTD PT100 untuk suhu, dan MQ3 untuk kadar alkohol. Seluruh sensor terhubung ke mikrokontroler ESP32 yang berfungsi dalam pengkondisian sinyal dan pemrosesan data. Sensor kelembapan, pH, suhu, dan alkohol masing-masing memiliki akurasi 97,12%, 98,19%, 97,01%, dan 85,1% dengan tampilan data real-time (Nextion HMI dan Android), yang terbukti stabil memantau fermentasi, meningkatkan efisiensi proses hingga 10%, serta mendorong digitalisasi UMKM brem.
Copyrights © 2026