Penelitian ini bertujuan menganalisis kolaborasi Guru Pendamping Khusus (GPK) dan guru kelas non-linear dalam penyelenggaraan pembelajaran inklusif di Taman Kanak-Kanak. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus di TK ABA 1 Kisaran. Informan meliputi guru kelas, GPK, dan kepala sekolah yang dipilih berdasarkan keterlibatan langsung dalam layanan pendidikan inklusif. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara interaktif melalui reduksi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Keabsahan data dilakukan melalui triangulasi sumber dan teknik serta member checking. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kolaborasi GPK dan guru kelas non-linear berlangsung melalui pembagian peran adaptif, penyusunan Program Pembelajaran Individual (PPI), modifikasi strategi pembelajaran, pendampingan perilaku, dan komunikasi dengan orang tua. Kebaruan penelitian terletak pada temuan bahwa kolaborasi terstruktur antara GPK dan guru kelas non-linear dapat menjadi mekanisme dukungan kelembagaan untuk mengatasi keterbatasan kompetensi pedagogis guru dalam menghadapi kelas inklusif yang heterogen.
Copyrights © 2026