ABSTRACT Forage availability is an important factor in supporting the sustainability of ruminant livestock production; therefore, information on forage production and the botanical composition of grazing lands is needed as a basis for their management. This study aimed to analyze forage production and botanical composition in the Kurubhoko natural grazing area, Nginamanu Village, Wolomeze District, Ngada Regency. The study was conducted through a survey and direct field measurements using a 1 m × 1 m quadrat frame. Sampling was carried out in 80 observation plots systematically distributed across four cardinal directions. The observed parameters included fresh forage production, dry matter production, and botanical composition, which were analyzed based on relative density, relative frequency, and Summed Dominance Ratio (SDR). The results showed that fresh forage production reached 1,808.3 kg/ha, while dry matter production was 361.66 kg/ha. Grasses contributed 93.46% of the total forage production, whereas legumes contributed 6.54%. Based on the SDR values, grasses were the dominant vegetation group, with a value of 84.05%, while legumes accounted for 15.96%. It can be concluded that the Kurubhoko grazing area is characterized by grass-dominated vegetation with a relatively low proportion of legumes. These findings may serve as a basis for evaluating and managing local forage resources according to site-specific conditions. ABSTRAK Ketersediaan hijauan pakan merupakan salah satu faktor penting dalam mendukung keberlanjutan usaha peternakan ruminansia, sehingga informasi mengenai produksi hijauan dan komposisi vegetasi padang penggembalaan diperlukan sebagai dasar pengelolaannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis produksi hijauan makanan ternak dan komposisi botani pada Padang Penggembalaan Alam Kurubhoko, Desa Nginamanu, Kecamatan Wolomeze, Kabupaten Ngada. Penelitian dilaksanakan melalui survei dan pengukuran langsung di lapangan menggunakan bingkai kuadran berukuran 1 m × 1 m. Pengambilan sampel dilakukan pada 80 plot pengamatan yang ditempatkan secara sistematis pada empat arah mata angin. Parameter yang diamati meliputi produksi hijauan bahan segar, produksi bahan kering, serta komposisi botani yang dianalisis berdasarkan kerapatan nisbi, frekuensi nisbi, dan Summed Dominance Ratio (SDR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa produksi hijauan segar mencapai 1.808,3 kg/ha, sedangkan produksi bahan kering sebesar 361,66 kg/ha. Kelompok rumput memberikan kontribusi produksi sebesar 93,46%, sementara leguminosa sebesar 6,54%. Berdasarkan nilai SDR, rumput menjadi kelompok vegetasi dominan dengan nilai 84,05%, sedangkan leguminosa mencapai 15,96%. Disimpulkan bahwa padang penggembalaan Kurubhoko memiliki vegetasi yang didominasi rumput dengan proporsi leguminosa yang relatif rendah, sehingga informasi ini dapat menjadi dasar evaluasi dan pengelolaan sumber hijauan pakan sesuai kondisi lokal.
Copyrights © 2026